February 17, 2015

Doraemon - Stand By Me at Blitzmegplex






Siapa sih yang ga tau sama DORAEMON??
dimulai dari bayi yg baru lahir ampe pasangan kakek nenek yang udah lanjut usia pun pasti disuguhi flm ini.

Cerita mengenai Nonton Bareng Doraemon ini cukup membuat anggota B.A.D sampai letih, lemah, lesu dan lunglai.. KOK BISAA???
iyahlah buat dapetin tiketnya panjang bener antriannya, ngantri jam 11 siang di Blitzmegaplex Grand Gaalxy park tapi tiket yang masih tersedia hanya untuk yang jam 8 malam keatas.. WHAT??? orang niat nonton siang biar yang pada ngekos ama kerja jauh bisa istirahat sorenya.

hari sudah menunjukan pukul 1 siang, dan masih mencari segala cara agar bisa nonton bareng, akhirnya dapat kabar gembira, kalo widodo bisa bookingin tiket by inet pake kartu kredit, ALHAMDULILLAH dapat juga, tapi dapetnya di Blitzmegaplex Bekasi Cyber Park, nonton jam 3 sedangkan setengah 3 masih di GGP, cuma punya waktu setengah jam kesana itupun pasti mepet sampenya, ya berbekal nekad, akhirnya kami tiba dengan tergesa gesa dan beruntungnya tiket sudah ditukarkan, TAPI... tempat duduknya pada terpisah, ada beberapa yang sendiri dan ada beberapa yang duduk berdampingan, Namanya juga NONTON BARENG kan bukan DUDUK SEDERETAN BARENG
 

April 27, 2014

Ramah Tamah dan Syukuran

Saturday, April 27th , 2014

Rencana kali ini adalah acara ramah - tamah yang diadakan seminggu setelah acara pendakian minggu lalu. Memang pada akhirnya tidak semua dari anggota B.A.D yang dapat berkumpul, tetapi setelah perbincangan yang cukup menghangat dan mendingin, akhirnya kita semua dengan mengucapkan alhamdulillah untuk acara yang telah berlangsung, dan semua yang terjadi waktu itu akan jadi pengalaman serta pelajaran yang berharga untuk kami agar lebih siap dan rapih dalam persiapan maupun terjun langsungnya. Dan sedikit perbincangan mengenai persiapan petualangan selanjutnya dan kepanitiannya yang akan dishare melalui beberapa jaringan sosial media lainnya.

Saat paling menyenangkan adalah saat menonton petualangan warga - warga B.A.D yang terangkum dalam beberapa judul film pendek, seperti halnya mengenai Tipe Pendaki versi B.A.D, Perjalanan ke Pelabuhan Ratu (oleh beberapa warga pria B.A.D), dan diakhiri dengan penayangan ulang "Summary About Our Vacation" di kesekretariatan umum yang dekat dengan salah satu rumah warga B.A.D.

Semoga apa yang disampaikan malam ini dan bagi yang tidak hadir akan mendapat info terupdate di beberapa sosial media yang diterbitkan oleh admin - admin kece dari B.A.D.

acara yang dimulai dari jam 20.30 hingga pukul 00.26 

Salam Jari Kelingking,
B.A.D with Love 

April 24, 2014

Tipe Pendaki Versi B.A.D

*numpang menuhin blog ah..
Beberapa waktu lalu pernah baca tulisan tentang macam-macam tipe pendaki, tapi kayanya itu lebih ditujukan buat pendaki gunung. Nah...kalo ini macam-macam pendaki curug versi lalinov. Based on true story, no mention, yang ngerasa aja..hehhe *piss
1. Pendaki Eksmud
Eksekutip imud eh muda yang diajak ndaki. Sibuk sama kerjaan di kantor & pulang larut malam sampe-sampe ngga sempet packing/prepare buat ndaki besokannya bahkan ada yang ngga sempet ngecek dompet. Kasusnya: ngga bawa baju ganti/ngga bawa jas ujan/dll
2. Pendaki Serba Ada (one stop hiking)
Hampir kaya doraemon gitu deh. segala rupa di bawa dan enaknya boleh dipinjem mulai dari gedget, baju ganti, jas ujan, sepatu, sendal, topi, kaca mata, alat kecantikan, tiker, cemilan, alat mandi, rolan kabel, parabot dapur.(ok..beberapa poin terakhir itu dramatisasi)
3. Pendaki Sen Kiri
Tipe ini biasanya si disandang oleh pendaki pemula alias yang baru pertama kali nanjak atau ngga biasa jalan jauh jadinya bentar-bentar ngasih kode “sen kiri” kaya mobil/motor yang mau berhenti. Sering nanya-nanya jarak tempuh n paling seneng liat batu gede/pos/tempat PW buat duduk selonjoran. Kadang modusnya nawarin orang yang keliatan ngos-ngosan buat istirahat padahal dia yang pengen istirahat.
4. Pendaki Buy 1 Get 1
Sebenernya si bisa disebut pendaki couple tapi takut nyinggung yang jomblo (*ups). sepanjang perjalanan mereka berdua jaraknya ga pernah lebih dari 1 meter jadi udah sepaket gitu kaya beli 1 dapet 1. Kalo yg satu mau istirahat yang satu ikut istirahat, kalo pake payung 1 berdua, cuma ketoilet doang kayanya yang mereka ngga bisa berdua.
5. Pendaki Katalog Fashion
Pokonya yang tipe ini udah pasti sedep dipandang mata dah. Segala rupa yang dipake buat mendaki sama dia merupakan satu kesatuan yang utuh dan menyeluruh (baca: matching). Kalo lagi difoto posenya kaya model-model di katalog fashion (tinggal dikasih keterangan stok ukuran/stok warna/sama keterangan PO n COD)
6. Pendaki Vitamin P
Vitamin P alias vitamin poto-poto buat pendaki ini jauh lebih manjur meningkatkan staminanya dibanding vitamin c/suplemen lainnya. Bisa dia yang dipoto (vit.P pasif) atau dia yang moto-moto (vit.P aktif). Keduanya bisa membentuk simbiosis mutualisme manakala kedua tipe ini udah mulai cape nanjak.
7. Pendaki Emergency Talent
Tipe yang ini amat sangat dianjurkan buat direkrut dalam suatu rombongan hiking untuk mengantisipasi kejadian-kejadian yang tidak diinginkan selama perjalanan. Pendaki yg ini dilengkapi dengan kebisaan mumpuni yang siap digunakan sewaktu-waktu bila dibutuhkan seperti bisa nego (baik harga maupun polisi), bisa lari/loncat/manjat/gelinding dari satu tempat ke tempat lain dengan super cepet, bisa P3K termasuk evakuasi, apalagi ditambah bisa masak, beres-beres rumah dll sungguh pendaki idaman mertua.
8. Pendaki To The Point
Pendakian buat tipe ini adalah fokus pada gimana nyampe tujuan dan balik dengan selamat. Biasanya kalo jalan paling duluan supaya bisa menghemat waktu, bawaan secukupnya cenderung seadanya supaya ngga banyak nguras energi, ngga terlalu minat foto-foto dan aktifitas diluar tujuan hikingnya.
9. Pendaki Part Time
Selain mendaki tipe ini juga buka usaha sampingan (part time) kaya terima jasa bawain barang-barang seperti tas orang, tiker, plastik konsumsi, dll. Upahnya si palingan cuma bebas di cengin setengah hari itu juga kalo ngga lupa. Pendaki part time juga dibagi jadi dua tipe ada yang naluri ada yang tuntutan peran alias mau ngga mau.
10. Pendaki Slow But Sure
Tipe terakhir ini adalah tipe pendaki yang patut dicontoh bagi yang ga punya contoh lain *hehhe. Pendaki tipe ini biasanya udah berpengalaman dalam hal pendakian atau sengaja banyak mencari informasi pendakian dari yang berpengalaman. Barang yang dibawa ngga rempong dan ngerempongin orang, jalannya nyantai, seneng berlama-lama maen di curug, foto-foto secukupnya, bersosialisasi sama temen seperjalanannya (bahkan ketemu/dapet kenalan dalam perjalanannya). Tipe ini amat menikmati perjalan pendakiannya.
sekali lagi, penggolongan 10 tipe pendaki curug ini berdasarkan pengalaman pribadi jadi sifatnya subjektif dan tidak akurat 100%. Ada juga beberapa pendaki yang punya lebih dari satu tipe pendaki dalam dirinya. Mohon maap kalo ada yang ngerasa “jleb” setelah baca ini karna tujuannya mengenang n menghibur.




Salam Jari Kelingking (^_^)
B.A.D with love

April 12, 2014

Summary About Our Vacation (B.A.D Members)

Summary About Our Vacation (B.A.D Members)

Sesuai dengan judul dan Video yang ada diatas ini, mengisahkan perjalanan Sekumpulan Sahabat yang berjumlah18 orang, terdiri dari 8 Pria dan 10 wanita yang sudah bersahabat dengan sangat lama dan dengan gagasan seseorang tercetuslah B.A.D (singkatannya cukup unik karena ini nama area komplek yang berada disekitar komplek kami, yaitu : BCA, AURI, DANAMON, simple tapi pasti itulah kami).
(ada yang dari teman kecil, teman rumah, teman SD, teman SMP, teman SMA, teman Kuliah dan bahkan teman setelah lulus sekolah dan perguruan tinggi), yang sebagian sudah ada yang bekerja maupun yang sedang berjuang supaya cepat lulus kuliah dan dapat bekerja juga).

Perjalanan in awalnya adalah untuk menghadiri pernikahan salah satu sahabat kami di Madiun yang diadakan pada Hari SABTU, 09 Maret 2013 di MADIUN, kebetulan memang sudah berdomisili disana dengan orang tuanya. Dengan sangat bersemangat, kami berDelapan mewakili yang lainnya yang tidak bisa menghadiri acara tersebut karena belum atau sudah habis cuti kerjanya.

Perjalanan ini dimulai pada Tanggal 07 Maret 2013 dengan detail keberangkatan Jakarta - Madiun menggunakan Kereta Api Ekonomi selama hampir 12 jam perjalanan yaitu Kereta Api Ekonomi Matarmaja jam 14.00 WIB Stasiun Pasar Senen dan tiba Di Stasiun Madiun pada tanggal 08 Maret 2013 jam 02.00 WIB, harga tiket per orangnya masih Rp. 51.000,- (murah banget, tapi sesuai dengan harganya ya dapat fasilitasnya juga murah, hehheee :D ). perjalanan ini sangat berkesan, selain kegerahan dan beberapa dari kami ada yang belum pernah melakukan perjalanan jauh dengan kereta api (saya juga termasuk) jadi merasa bosan dan garing, tetapi disaat seperti ini betapa beruntungnya memiliki sahabat seperti mereka ini, yang selama perjalanan selalu ada saja tingkah dan gelak tawa yang bisa membuat kami merasa nyaman.

Pagi harinya, kami menyantap sarapan khas madiun yaitu NASI PECEL yang harganya cuma Rp. 3.000,- tapi porsinya seperti di WARTEG. hihiiii.. Setelah itu, beberapa dari kami berjalan kaki disekitar stasiun madiun yang berada dekat dengan rumah salah satu sahabat kami. Sebelumnya kami sudah merencanakan untuk menghabiskan perjalanan ini tidak hanya sekedar menhadiri pernikahan sahabat kami, tetapi juga membuat moment berharga untuk kami semua, maksudnya JALAN - JALAN...

Setelah semua sudah pulih dari lelahnya naik kereta, siangnya kami bersiap ke menuju TELAGA SARANGAN di daerah Magetan. Perbedaan antara Madiun dan Magetan adalah cuacanya. Madiun itu HOT, Magetan itu COOL. hihiii... 
Perjalanan dari Madiun ke Telaga Sarangan kurang lebih 1 jam menggunakan mobil pribadi, sesampainya disana dikarenakan hari jumat maka para pria - pria segera menuju Mushola / Masjid untuk menyegerakan Shalat Jumat, dan kami para wanita juga sibuk dengan sesi pemotretan menggunakan kamera digital dan handphone. semua sudut dan semua gaya yang kami bisa lakukan, semuanya kami foto. NARSIS itu sudah menjadi Attitude untuk kami semua, hehehee..

Akhirnya setelah semuanya sudah melakukan kewajiban sebagai seorang muslim, maka dimulai lah perjalanan kami ini dari berfoto bersama sampai sendiri - sendiri di pinggir Telaga Sarangan, lalu dilanjut dengan mendaki kaki bukti Gunung Lawu untuk melihat Air Terjun Tawangmangu. Sebagian dari kami bukan pejalan kaki atau pendaki yang baik, mungkin juga disebabkan area perjalanan yang sebagian terdiri sudah dibeton sebagian lagi masih alami yaitu tanah yang berlapis batu - batu, sampai di Air Terjun Tawangmangu kami lanjut dengan mengabadikan momen dengan foto dan video seadanya, dan tak lupa kami mencicipi sate ayam (padahal yang terkenal disana SATE KELINCI, tapi saya tidak suka daging kelinci karena tidak tega untuk memakannya).Setelah terjebak hujan hampir 1 jam di dekat Air Terjun, akhirnya kami dapat melanjutkan perjalanan pulang dengan sangat lelah.. hheheee ga biasa jalan jauh dan berliku-liku jadi seperti ini efeknya.

Malam harinya, kami sudah rapih, wangi dan cantik siap mengunjungi acara AKAD NIKAH sahabat kami dirumahnya,  kami tiba pada saat yang menegangkan yaitu bagian IJAB KABUL, lalu dengan segera kru foto kami untuk menjepret momen - momen tersebut.  Setelah acara formal selesai, maka saatnya B.A.D beraksi dengan segala macam tingkahnya pada acara itu. Waktu berlalu dengan sangat cepat dan sudah hampir pukul 23.00 waktu setempat (Madiun) maka kami memutuskan untuk pamit dan beristirahat. Sesampainya dirumah saudara sahabat kami, kami sudah berganti dengan baju santai alias baju tidur, beberapa sudah ada yang start untuk tidur, ada yang sedang mengobrol, dan sisanya yaitu saya dan dua sahabat saya, kami bertiga melakukan petualangan menjelajahi Madiun saat malam hari dengan satu tujuan, ALUN - ALUN MADIUN, kebetulan memang saat itu adalah malam minggu, kami mengira tidak akan ramai, ternyata banyak para penggemar mobil antik yang berkumpul di beberapa tempat selama perjalanan kami menuju alun - alun madiun dengan berjalan kaki yang ternyata sangat melelahkan karena tidak tahu bahwa jalan dari stasiun kereta sampai alun - alun memang cukup jauh, setibanya kami di Alun - alun, kami menuju Angkringan Wedang jahe dan Nasi Kucing, karena cukup dingin kami memutuskan untuk minum wedang jahe, saya habis dua mangkok :) karena sangat hangat saat menyantapnya. Lalu kami kembali dengan menggunakan becak (efek lelah berjalan kaki dan sudah mengantuk) ke rumah untuk beristirahat untuk persiapan acara pernikahan sahabt kami esok siang.

09 Maret 2013, pagi hari kami semuanya sibuk dengan rutinitas masing - masing, yaitu cuci mencuci dan menyetrika baju untuk dipakai di Acara Pernikahan sahabat kami. Saya dan beberapa sahabat yang kebetulan memang suka jalan - jalan (lagi? ga ada capeknya yah heheee),dengan menggunakan Angkutan Umum Madiun menuju Pasar Madiun, banyak angkot disini yang tujuannya berbeda walaupun sebenarnya berdekatan hhheeeheee, disini lebih baik mempunyai motor atau kendaraan sendiri karena lama menunggu angkitnya leat, tujuan utama kami adalah pasar madiun, karena ada sahabat kami yang tidak membawa batik untuk acara hari ini, setelah dapat batiknya, lalu kami mengunjungi salah satu toko elektronik yang menjual aksesoris handphone dan lainnya. Saya membeli Power bank untuk mengganti Power bank saya yang rusak, beruntungnya saudara sahabat saya mempunyai member dan saya mendapatkan harga yang sangat terjangkau kantong :D , lalu kami pergi membeli makanan, kami singgah di salah satu warung Mie Ayam yang dekat Carefour di sana yang katanya memang terkenal enak dan ramai pengunjung, harganya pun terjangkau, setelah selesai kami kembali pulang kerumah untuk bersiap menghadiri acara pernikahan sahabat, setelah 1 jam bersiap - siap ternyata tempat yang dituju juga menghabiskan waktu setengah jam lebih  yang menyebabkan, kami lagi - lagi tiba dengan waktu yang mepet di salah satu gedung dibawah naungan instansi pemerintah yang digunakan untuk resepsi pernikahan sahabat kami, waktu yang dijadwalkan sesuai undangan tinggal setengah jam lagi, maka dengan Percaya Diri kami mulai mengambil foto dan video momen - momen yang penting untuk kami yang dirangkum pada video diatas. Waktu jualah yang membuat kami harus segera berpamitan karena akan melanjutkan perjalanan kami ke Jogjakarta dengan menggunakan Kereta Api Ekonomi keberangkatan pukul 16.55 waktu setempat. Kami sudah packing barang - barang dari sejak pagi hari, jadi kami hanya berganti baju dan bebersih dan berangkat ke Stasiun Madiun, saat checkin untuk masuk ke dalam stasiun, ada hal lucu yang terjadi, karena salah satu sahabat kami sepertinya terpesona dengan salah satu petugas disana, hiihihiii setelah mengambil foto orang tersebut walau hasilnya blur alias berbayang, tapi yang penting ada kenangannya, kereta Api Ekonomi yang kami naiki mempunyai fasilitas yang bagus, ada AC nya hehhe,, sebanding dengan harganya ya, harga tiket per orangnya Rp. 40.000,- dan perjalanan pun terasa menyenangkan dan nyaman.

Malam hari nya pukul 20.05 kami tiba di Stasiun Lempuyangan Jogjakarta, jemputan pun sudah tiba maka kami segera berangkat menuju salah satu penginapan yang cukup terjangkau biayanya yang berada di Jl. Mas Suharto atau yang oleh penduduk setempat disebut "Jembatan Piala", kenapa dinamakan seperti itu karena tidak jauh dari penginapan tersebut terdapat jembatan penghubung yang ternyata memang kebanyakan toko yang berada didekat situ menjual jasa pembuatan piala, hehehee .... 
Setelah Checkin, kami segera bersih - bersih dan ingin mengunjungi Malioboro untuk makan malam, pukul 23.00 waktu setempat kami tida disalah satu tempat makan lesehan untuk makan Nasi Gudeg Khas Jogjakarta, lalu kami kembali ke penginapan pada pukul 01.00 waktu setempat yaitu tanggal 10 Maret 2013 untuk beristirahat setelah aktivitas panjang yang kami lakukan.

05.00 waktu setempat kami sudah siap dan sudah menyantap sarapan yang dibelikan oleh sahabat kami yang melanjutkan kuliah disini, jam 07.00 jemputan tiba dan kami berdoa bersama sebelum memulai perjalanan hari ini, tujuan pertama adalah Taman Wisata kaliurang Gunung Merapi, perjalanan sekitar kurang lebih 2 jam, cuaca cerah dah sejuk, lalu kami masuk dan menjelajah Air Terjun disana, dan sesi foto dan video pun dimulai .... 1 2 3.. jepreetttt...
Perjalanan kami lakukan lagi yaitu mendaki bukit yang bisa melihat puncak gunung merapi dari dekat dengan bantui guide setempat, sungguh perjuangan yang luar biasa yang menguras energi dan keringat karena medan yang ditempuh sulit dikarenakan akibat yang ditinggalkan erupsi merapi beberapa waktu yang lalu, setibanya diatas kami bertemu dengan para wisatawan yang sudah lebih dulu mengambil momen - momen indah dengan latar puncak gunung merapi yang terlihat jelas dan beberapa daerah yang rusak dan rata yang kering karena erupsi merapi. 
Naik keatas bukitnya sangat ekstrim dan turunnya pun sangat memacu adrenalin, setelah tiba ditempat semula, kami berpamitan dengan Guide Kaliurang atau yang kami sebut "bapak kaliurang" (ada - ada saja yang membuat panggilan ini, yang lebih asyiknya si bapak menceritakan mengenai kehidupannya dan pengalamannya yang membuat kami merasa sangat senang karena walau lelah tapi kami juga mendapat semangat dan hiburan agar tidak bosan dan cepat lelah), disini banyak monyet - monyet yang berkeliaran bebas, So hati - hati yah. 
Perjalanan  kedua adalah mengunjungi Candi Prambanan, jarak tempuh nya cukup lumayan jauh hehehee,, setibanya di sana kami menyiapkan gaya terbaik kami, di pintu gerbang menuju candi kami dipinjamkan oleh para pekerja disana yaitu kain batik yang dililitkan pada kami sebagi rok atau penutup, saya kurang mengetahui pastinya mengenai ini, yang penting kami tetap keren menggunakan batik ini, cuaca cukup bersahabat, kami menghabiskan moment berfoto, lalu setelah itu kami istirahat sebentar dan makan siang di warung soto ayam di seberang candi prambanan, porsi dan harganya terjangkau. setelah makan selesai makan kami melanjutkan perjalanan ketiga kami yaitu Pantai Parangtritis, dari utara ke selatan, perjalanan dua jam lebih kami tempuh, karena lelah berjalan kaki mendaki kaki bukit di kaliurang dan mengitari sekeliling candi prambanan, maka rombongan kami pun tertidur selama perjalanan menuju pantai parangtritis, 15.30 waktu setempat kami tiba di Pantai Parangtritis, kami membeli air kelapa dan duduk di tikar yang disediakan gratis oleh si penjual, kami menghabiskan waktu sampai matahari tenggelam, lalu setelah maghrib kami melanjutkan perjalan menuju Toko Bakpia Patok khas jogjakarta, setelah melewati alun - alun jogjakarta dan oleh - oleh sudah kami beli, kami diantar menuju penginapan. Jemputan yang kami sewa sangatlah ramah dan harganya cukup terjangkau, mengingat - menimbang - memutuskan bahwa karena diantara kami tidak ada yang bisa mengendarai mobil, maka kami menyewa jasa transportasi disana. 
Pukul 21.00 kami sudah duduk manis di salah satu angkringan kopi joss depan stasiun tugu dekat dengan malioboro atas rekomendasi sahabat kami yang kuliah di jogja yang menemani kami selama disini (pas jalan - jalan nya pagi tadi ga ikut), suasana siang dan malam hari sangatlah kontras disini.

Senin 11 Maret 2013, pagi hari kami masih bersantai dengan sarapan makanan khas disana, lalu kami pergi ke Pasar Beringharjo untuk membeli oleh - oleh batik untuk keluarga kami masing - masing dan para sahabat kami yang tidak bisa ikut bergabung dalam perjalanan ini. Tibalah saatnya kami untuk packing dan bersiap pulang ke Rumah masing - masing dengan menggunakan kereta api ekonomi pukul 17.55 waktu setempat dari Stasiun Lempuyangan jogjakarta menuju Jakarta Kota, Perjalanan pulang tidak seramai perjalanan berangkat karena kami sudah sangat lelah dan HOMESICK a.k.a kangen rumah sebenarnya kangen bantal kasur guling hehehee, pukul 03.30 tiba di Stasiun Bekasi dan kami dibagi dua kloter untuk diantar oleh keluarga sahabat kami yang menjemput. Begitu sunyi dan begitu lelah dengan aktivitas yang penuh selama disana.

Perjalanan yang berkesan dan mempunyai manfaat yang menjadi pengalaman bagi kami masing - masing. Perjalanan dengan siapapun yang kita lakukan hendaklah semuanya dipersiapkan secara matang dan jelas, sehingga setibanya ditempat yang dituju kita tinggal menikmati dan mengambil foto dan video sebagai kenangan dan bukti untuk kita. 

Terima kasih untuk team serius yang sudah melakukan persiapan dari dua bulan sebelum perjalanan dimulai, kepada team narsis yang sudah mengabadikan momen berharga dan terlucu kita, team hore yang sudah membuat perjalanan ini begitu berkesan dan melekat di hati kita masing - masing, serta tidak lupa terima kasih yang sebesar - besarnya untuk team pendukung lainnya yang turut menyemarakan dalam perjalanan ini.

Sekian.